Sayangg... Bantuin aku, dia jahat sama aku, masa dia bilang aku jalan sama om- om", rengek Almira pada Dayyan.Dayyan hanya diam tidak mengatakan apa- apa, tapi begitu Almira menatap matanya Dayyan,Almira langsung marah dan meninggalkan kantin tersebut karena ternyata Dayyan yang di panggilnya hanya terpana melihat ke arah Lana tanpa berkedip sedikitpun.
Almira pergi disertai dengan suara sorakan dari pengunjung kantin.
"Lo kenapa masih disini, sana kejar bini lo", perintah Lana pada Dayyan. Dayyan yang mendengar perkataan Lana langsung tersadar kalau Almira sudah tidak ada di dekatnya dan langsung mengejar Almira. Pengunjung kantin menatap heran pada Lana yang sangat berani pada mereka, apalagi Zerina yang sampai sekarang masih terganga melihat perlawanan dari Lana.
"Lana berani banget ya lawan mereka"
"Kok gua jadi suka sama Lana ya"
"Sekarang gua jadi fans berat sama Lana"
"Lanaaa aku padamu"
Teriakan dari teman- teman lainnya. Lana lalu mengalihkan pandangannya pada Zerina yang saat ini berdiri di sampingnya.
"Kamu kenapa natap aku kayak gitu Zerina?", tanya Lana pada Zerina. Sedangkan Zerina yang ditanya begitu langsung berlinangan air mata.
" Aku bahagia banget liat kamu berubah begini Lana, aku dah lama greget liat mereka, dulu walaupun aku bela kamu tapi kamu masih tetap nurutin perintah mereka kan, tapi sekarang aku jadi bahagia dan gak was- was lagi kalau kamu lagi gak bareng aku".Zerina lalu memeluk Lana, dan Lana membalas pelukan dari Zerina sambil mengusap- usap punggungnya Zerina.
"Udah jangan nangis lagi, kok kamu jadi cengeng ya sekarang?kamu tenang aja,mereka udah gak bisa lagi nindas atau nyakiti aku ,apa yang dia lakuin pasti aku akan balas lebih dari itu hihihi", tawa Lana di akhir ucapannya.
°°°°°
" Kamu kenapa gak bantuin aku si Dayyan? ", tanya Almira pada Dayyan.
" Eh itu, aku.. Aku bingung harus ngapain dia", ucap Dayyan sambil memegang kepalanya seperti sedang berbohong dan mencari alasan.
"Kamu biasanya gak bakalan bingung dengan dia, bahkan kamu yang selalu ngasih aku ide buat nyakitin si pembawa sial itu, apa kamu suka liat perubahannya sekarang? "
"Bukan...aku..bibiasa aja ngeliat dia berubah,kamu kenapa nuduh aku begitu, O iya yang dimaksud Lana kalau kamu jalan sama om- om itu apa? dan ini jam tangan kamu baru dibeli kan? apa bener kamu kencan sama om- om itu?
" Gak kamu jangan percaya sama ucapan dia tadi, dia hanya nuduh aku Dayyan"
"gak, aku udah gak percaya lagi sama kamu, apa yang kamu minta aku turutin tapi nyatanya kamu malah main- main di belakang aku", Dayyan meninggalkan Almira sendirian di dalam kelasnya.
" Dayyan, dengerin aku dulu ", tetapi Dayyan tak menghentikan langkahnya.
" Awas aja lo ya Lana, gua bakalan bikin lo nyesel karena udah beraninya ngelawan gua"
Almira mengambil handphone disaku baju dan langsung menghubungi ibunya. Almira menceritakan semuanya tentang perubahan penampilan Lana hari ini dan sikap Lana yang sudah berani melawannya terutama tentang hubungan nya yang terancam putus karena ulah dari Lana.
°°°°°
Jam pelajaran sudah habis, Lana merapikan kembali meja dan kursi lalu berjalan ke depan sekolah untuk menunggu angkutan umum. Zerina bukannya tak mau mengantarkan Lana tetapi arah rumah Lana dan Zerina sangatlah berlawanan, Zerina selalu menawarkan diri untuk mengantarkan Lana pulang tetapi Lana selalu menolak karena tak enak hati dan takut merepotkan Zerina.
Angkutan umum yang akan di tumpangi Lana selalu penuh, jadi Lana harus berdiam diri agak lama didepan sekolahnya itu.
Lana yang sedang berdiri di kagetkan oleh sebuah motor yang berhenti di depannya.
"Lana.. maafin aku ya, sekarang aku sadar selama ini aku udah berbuat jahat sama kamu", orang tersebut adalah Dayyan.
" Ohh baguslah, berarti setan didiri lo udah insaf "
"Sebagai permintaan maaf boleh gak aku nganterin kamu pulang, soalnya aku juga mau kerumah kamu buat ketemu papa sama ibu "
"Makasih tapi gua bisa pulang sendiri, lo sengaja nawarin gua tumpangan biar ntar bini lo liat dan gua di siksa lagi sama mak bapaknya kan", tuduh Lana pada Dayyan.
" Gak Lana, bukan itu maksud aku, aku tulus mau nganterin kamu pulang", jelas Dayyan pada Lana. Walaupun Dayyan sudah berkata demikian tetapi Lana gak bakalan percaya lagi,lagian ogah juga dia mau di boncengin sama laki orang apalagi ni laki punyanya anak mak lampir.
"Makasih lo udah nawarin tumpangan, tapi bis gua udah datang, gua duluan", Lana langsung menaiki bus tersebut dan meninggalkan Dayyan sendirian disana.
Dayyan yang ditolak oleh Lana langsung menjalankan motor nya menuju ke rumahnya sendiri, sebenarnya Dayyan emang akan pergi kerumah Lana karena di suruh oleh ibunya Almira, tetapi karena Lana tak mau pulang bersama dengannya jadinya Dayyan nanti saja ke rumah Lana, lebih baik dia membersihkan dirinya dulu baru ke rumah Lana dan menemui ibunya Almira.
°°°°
Plakkk...
"Aawww", Lana langsung memegang pipinya.
Lana yang baru memasuki rumah langsung di berikan tamparan oleh bu Bella.
"Kamu apain anak saya sampai pipinya dan baju sekolahnya robek begini, kamu sudah kurang ajar ya sekarang? "
"Lo jangan drama ya Mira, gua gak pernah sedikitpun menyentuh lo ya, lo jangan fitnah gua,lo mau main-main sama gua", ancam Lana pada Almira.
" Owhh sudah berani ya kamu ngancem - ngancem anak saya", ucap bu Bella pada Lana. Bu Bella langsung mengunting baju sekolah yang sedang di pakai oleh Lana. Gunting itu sudah di persiapkan sebelum Lana sampai dirumah."dan ini baju udah yang ke berapa yang saya rusak, kenapa masih berani- beraninya beli yang baru, baju yang boleh kamu pakai hanya baju yang saya belikan di pasar loak lebih dari itu jangan coba- coba kamu sentuh ".Lana yang melihat bajunya di gunting langsung memberontak dan gunting tersebut langsung mengenai tangan bu Bella.
Bu Bella yang melihat tangannya terluka pun langsung memanggil kang Asep untuk membawanya menuju ke rumah sakit.Sebelum kang Asep datang, Almira masih sempat- sempatnya menjambak rambut Lana tetapi Lana dengan cepat langsung memelintir tangannya Almira.Almira langsung menangis dan saat kang Asep datang mereka langsung keluar untuk menaiki mobil dan langsung meninggalkan rumah.
"Yaelah anak sama mak sama- sama lebay , luka dikit aja langsung di larikan ke rumah sakit, luka dan sakit mereka bahkan gak sebanding dengan apa yang telah di perbuatan pada Lana", Lana dengan santainya menuju ke kamar dan beristirahat di sana.
°°°°°
Ternyata apa yang telah terjadi di saksikan oleh bi Ningsih.
"Gak mungkin, dia bukan non Lana"