Bab 43 - Jalur Lain

2207 Kata

"Menurut Mba Cahya, cara mengikhlaskan orang yang sudah pergi untuk selamanya itu gimana?" tanyaku pada perempuan yang sedang duduk sisiku sambari menatap betapa gembiranya anak-anak bermain tanpa adanya kelelahan sama sekali. "Yang ingin kamu ikhlaskan siapa?" aku terdiam, memilih sibuk menatap anak perempuan yang sedang bermain barbie bersama seorang anak laki-laki. "Kamu harus menerima kenyataan terlebih dahulu Aila, kamu harus bisa membiarkan hatimu terluka bahkan mungkin mati rasa agar kamu tidak berlari dari masalah itu." tatapanku terhenti pada kedua anak-anak itu, kini aku menatap Mba Cahya dengan pandangan bingung. "Ya! Apa gunanya jika kita terus menerus mengelak jika orang itu sudah pergi? Apa gunanya jika kita terus menerus mengingat ataupun mengandaikan sesuatu yang must

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN