Aku Hanya Ingin Bernapas

1825 Kata

Keheningan kembali membalut ruangan itu. Keduanya hanya saling berpandangan untuk beberapa saat. Terlihat tengah mengatur perasaan masing-masing. Perubahan di antara mereka terjadi dengan begitu cepat. Sekarang, mereka hanyalah sepasang orang asing yang diikat oleh kenangan yang tak mungkin bisa dihapuskan begitu saja. Ada pedih, bahagia, dan gejolak di dalam hati. Inilah yang membuat hati tak bisa benar-benar sembuh. Tak seharusnya, kau membiarkan luka berdiri tepat di hadapanmu agar kau bisa melihat hal lain, selain luka itu. “Apa kamu nggak lelah melakukan hal yang sudah kamu tahu bagaimana akhirnya?” Pertanyaan Ayu memecahkan keheningan di antara mereka. Wanita itu menatap sepasang mata Lian dengan tatapan meneliti, “Saat melihatmu seperti ini, aku teringat pada diriku sendiri dulu. J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN