“Babe ... I’m already in New York!” Ravi berteriak. Suara tawa terdengar dari layar ponselnya. Ravi sedang melakukan video call dengan kekasihnya, Celine. “Udaranya sejuk banget, Sayang. Pokoknya aku bakal semangat disini, biar bisa bawa kamu kesini.” Ravi masih dengan antusiasmenya memberi kabar pada sang pacar. “Kamu baru sampe bandara?” tanya Celine. Ravi mengangguk. “Iya ... aku langsung ngehubungin kamu, hehehe....” Celine tersenyum manis. Ada setitik air mata di sudut matanya. Ia terharu. “kamu hati-hati selalu ya disana.” Celine mengucapkan kalimat yang selalu Ia ucapkan pada sang pacar ketika mereka berjauhan. “Iya, Sayang. Aku bakal hati-hati terus, soalnya gak ada kamu disini, jadi gak ada yang bakal urus aku kalau aku kenapa-kenapa.” “Dih ... kamu lebay.” Keduanya tertaw

