Nanti gue susul ke kantin. Gue mau ngerjain tugas dulu. Aric tersenyum kecil membaca pesan singkat dari Aric. Rasanya seperti kembali jatuh cinta kepada Aric untuk kali pertama, berbunga-bunga dan menyenangkan. Tiba-tiba saja sebuah kantong kresek berukuran lumayan besar terulur ke arahku. Aku menoleh ke arah kananku di mana saat ini Azel berada. “Hadiah dari Mama yang seharusnya gue kasih beberapa hari yang lalu. Baru sempat bawain. Sori,” katanya kepadaku. “Apa ini?” tanyaku menerima kantong kresek itu. “Nanti lihat aja sendiri. Semoga lo suka,” ucapnya seraya mengambil duduk di sebelahku. Aku tersenyum kecil. “Gue pasti suka,” balasku. “Omong-omong, lo sama Aric baik-baik saja kan?” tanyanya. Aku tersenyum lebar dan mengangguk. “Iya. Kami

