Azel menatap perempuan yang saat ini tengah bercengkrama dengan teman-temannya. Perempuan itu tampak manis. Apalagi ketika dia tersenyum, kadar kemanisannya semakin bertambah. Diam-diam Azel mengeluarkan kamera dari dalam tasnya. Lalu, ia mulai memotret wajah perempuan itu. Bibir Azel tertarik ke atas ketika melihat hasil jepretannya. Fotonya terlihat sangat bagus. “Uhuk… uhuk….” Azel menoleh ke sebelahnya. Kini sudah ada Kai, salah satu temannya yang tengah menatap Azel dengan mata menyipit. “Apakah ini saatnya gue bernyanyi ‘Oh… oh… kamu ketahuan…’,” ucap Kai dengan nada jahil. “Ketahuan apa?” tanya Azel pura-pura bodoh. Kai menyenggol bahu Azel. “Tadi cekrek… cekrek siapa hayooo?” balasnya menunjuk kamera yang ada di tangan Azel. “Bukan siapa-si

