Pulang bareng? Pesan singkat dari Aric itu sukses membuatku tersenyum kecil. Belum sempat aku membalas pesan itu tiba-tiba saja nama Sukirman muncul di layar ponselku. Aric meneleponku. “Iya,” kataku membalas pesan singkat darinya. Kudengar kekehan pelan dari ujung telepon. “Lo di mana?” tanya Aric. “Kantin,” jawabku. “Oke. Gue ke sana sekarang,” balasnya seraya mematikan sambungan telepon kami. Senyum kecil masih bertengger di bibirku. Aric benar-benar sukses membuatku seperti orang gila. Rasanya masih sangat membahagiakan menjadi pacar Aric. Status itu membuatku merasa spesial. Saat ini aku sedang berada di kantin sendirian. Tadi, sih, ada Winni di sini. Tapi, dia sudah pamit pulang karena ada urusan. Dan ketika aku hendak pulang, aku jadi ingat j

