Bab 46

1774 Kata

Aric duduk di sampingku. Tangannya sibuk mencoret-coret halaman album foto yang tadi kubawa. "Nulis apa, sih?" tanyaku mencondongkan tubuh ke arahnya, mencoba mengintip tulisan tangannya di salah satu halaman album fotoku. "Udah, lo diem aja," jawabnya tak acuh. "Jangan dicoret-coret yang aneh-aneh," kataku mencoba menarik album foto di hadapannya. Meskipun Aric mencoba mempertahankannya, tapi akhirnya aku berhasil merebutnya. Segera kubuka halaman demi halaman, mencoba mencari coretan yang dibuat Aric di lembar album foto. Lalu, pada halaman ketiga kudapati tulisan yang membuatku menatapnya tak percaya. Di bawah lembar fotoku yang sedang menatap Aric dengan wajah cemberut ada tulisan tangan Aric yang tak begitu rapi. Love you, Aric. "Apa-apaan sih, nulis kayak gini? Dasar alay," le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN