Bab 45

2130 Kata

    Aku tersenyum kecil melihat Azel yang sedang bercengkrama dengan Fanda di halaman belakang. Mereka tampak larut dengan obrolan hingga aku tak tega untuk sekadar menyapa. Takut aku malah mengganggu.     Sejak memasuki rumah ini beberapa menit yang lalu aku belum menemukan Kai. Aric bilang dia juga ada di sini. Mungkin sekarang Kai sedang berada di bangunan terpisah yang berada di halaman belakang, menikmati berbagai macam makanan.     Aku lapar.     “Ric, mana titipan gue?” Pinka tiba-tiba muncul dari arah dapur. Ia segera mengulurkan tangan ke arah Aric yang berada di belakangku.     “Titipan apa?” tanya Aric terdengar bingung.     “Buka ponsel lo,” jawab Pinka kesal. Lalu Pinka melambai ke arahku. “Hai, Lul,” sapanya tersenyum lebar.     “Hai,” balasku tersenyum juga melambaikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN