“Jadi, kali ini lo ada masalah apa?” tanya Winni menoleh ke arahku. “Tugas kuliah? Masalah keluarga? Lo berantem sama Azel? Oh, atau sama Aric?” Aku mengembuskan napas dalam. “Nggak ada masalah apa-apa, Winni,” jawabku. “Ekspresi muram lo tuh kelihatan banget kayak sedang ada masalah, Lula. Jadi, ada apa?” tanyanya lagi. Aku menggelengkan kepala. “Nggak ada apa-apa,” elakku lagi. “By the way, nanti habis kuliah lo ada acara nggak? Ke mal yuk? Gue traktir makan.” Aku tersenyum lebar ke arah Winni. “Free gue mah, ayok,” ucapnya semangat. “Eh, tapi lo nggak jalan sama Aric?” “Nggak. Dia mau nemenin Pinka ke rumah sakit,” jawabku mencoba mengabaikan rasa tidak sukaku akan fakta tersebut. “Pinka sakit?” tanya Winni. “Bibi yang kerja di rumahnya.” “O

