Sembari menunggu Aric yang sibuk mengurus administrasi dan lain sebagainya, aku memilih menyibukkan diri dengan bermain game Candy Crush di ponselku. Aku merasa sangat bosan. Selain itu aku juga lapar. Aku sungguh berharap Aric segera selesai dengan urusan Pinka agar dia bisa mengantarku pulang. “Siapa yang sakit?” tanya suara di sebelahku. Sontak aku menoleh, kudapati sudah ada seorang cowok yang duduk di sebelahku. Tampaknya, dia tengah mengajakku berbicara. “Ada …,” jawabku kebingungan. “Ada?” tanyanya lagi terdengar bingung. Aku mengangguk. “Iya, ada pokoknya,” jawabku lagi terkekeh pelan. Cowok itu tersenyum mendengar jawabanku. “Jadi, semacam rahasia?” tanyanya sambil menyipitkan mata. “Bukan, sih,” kataku. “Lebih tepatnya gue nggak gitu kenal.

