Pagi-pagi di meja makan, Dimas sudah duduk dengan pakaian rapinya hendak kerja. Disha belum turun dan Inah masih berkutat di dapur. Dimas memperhatikan Diana yang sedang membantu Inah menghidangkan makanan dengan tatapannya yang intens. Dia lalu bertanya, “Di, kamu gak mau minta sesuatu gitu?” Sejak semalam, pria itu merasa Diana belakangan ini banyak kesulitan. Ingin sesekali mengabulkan keinginan sederhananya, seperti memberikan sesuatu. Akan tetapi, Diana tak pernah minta atau menyebutkan apa yang dia perlu sejak dulu. Jika butuh, dia akan berusaha membelinya sendiri. Yang ditanya mengernyit heran. Tumben Dimas tanya begitu. “Sesuatu? Kayak?” “Apa aja, hadiah gitu.” “Kenapa sih? Gak ah. Ulang tahun aku ‘kan masih lama,” kata Diana geli. Dia mendekati Dimas untuk menyiapkan makanan

