Jam 07:18 Diana mengernyit begitu melirik jam di ponsel, di kasurnya masih ada gundukan yang bergelung di bawah selimut. Tumben Dimas belum bangun, biasanya dia bangun lebih dulu daripada Diana. Dia saja sudah selesai keramas. “Mas, bangun. Kamu gak kerja?” Diana mengguncang-guncang tubuh Dimas hingga pria itu menggeliat dan merenggangkan otot tubuhnya. “Jam berapa?” “Tujuh.” “Bentar lagi,” ujar Dimas duduk bersandar pada kepala ranjang. Karena Dimas sudah bangun, Diana lanjut mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia tak mau menggunakan haid dryer walaupun ada, lebih baik pakai handuk saja. Lalu duduk di meja rias dan lanjut mengeringkan di sana. Semua gerak-geriknya tak lepas dari perhatian Dimas. “Oh ya, mulai hari ini aku kerja dari rumah,” katanya. “Ba

