Yah, tibalah kita pada chapter ini. salah satu chapter terpenting sepanjang cerita muehehehe. Ini aslinya panjang banget, tapi darpada yang baca mumet sendiri tulisannya kebanyakan jadi kek biasanya dibagi dua hehe. Yok, hantem gaiseu. Warning! Ada ++ nyah ngokhey *** Dua hari ini Diana seperti orang yang dililit hutang milyaran. Dia lebih banyak diam dan melamun. Yang dipikirkannya tak jauh-jauh dari Dimas. Ke mana dia? Kenapa tak datang lagi? Apa Dimas sudah menyerah? Padahal hanya tinggal sedikit dorongan lagi, mungkin Diana yang akan menyerah. Ahh, pria itu memilih waktu yang salah untuk menjadi pengecut. Atau ... apa mungkin ini saatnya Diana yang berbalik berjuang? ‘Ibu yakin kamu juga sebenarnya merasa tersiksa dengan perceraian ini.’ Diana menggelengkan kepalanya kuat, meng

