"Lepas, Om! Intan mau mati aja!" Intan masih meronta-ronta saat Om Hasan mencekal kedua lengannya yang sedang berusaha memukul diri sendiri dan mencoba mencabut infus. "Berhenti, Intan! Kamu nggak boleh mati. Kamu anak kuat!" Sekuat Intan ingin melepaskan diri, semakin kuat pula Om Hasan menahan lengan keponakannya. "Gimana, Ma?" tanya Om Hasan saat Tante Fitri selesai menelepon dari luar ruangan. "Udah Mama telepon Arganya, dia mau kesini." Om Hasan mengangguk, sementara Tante Fitri menemani kakek dan nenek Intan yang terduduk di sofa. Mereka sudah tak kuat jika harus ikut menahan Intan. Kakek hanya bisa membantu doa, sedangkan nenek masih terisak menyaksikan cucu kesayangannya kembali menderita. "Intan mau mati! Intan mau mati!" perempuan berambut panjang itu masih meracau. "Int

