Kagum Dalam Diam-2

2209 Kata

“Bohong.” Kompak Meta dan Caca. Ah, mereka sungguh menyebalkan sekali, tahu aja kalau aku memang lagi nyari si Crustaceae. Setelah mencari ke kanan dan ke kiri, alhamdulilah orangnya nongol juga. “Hai semua,” sapanya semringah seperti biasa. “Hai Jamal,” sahut kami. “Dih. Cakep amat nih, pake potong cepak lagi, gak kayak biasanya.” Hasan mulai menggoda Jamal. “Demi wisuda ya harus ganteng,” sahutnya. Namun lirikan matanya tertuju padaku. Dan aku jadi malu. “Cie cie cie, lirikan matamu menarik hati, oh senyumanmu manis sekali. Sehingga membuat ....” Hasan mulai mendendangkan lagu. “Nada tergoda. Hooo, uwo ....” Astaga, baik Caca, Meta, Hasan, dan Tomo malah ikut-ikutan menggodaku. Ya Allah, pipiku jadi merah karena malu. “Yuk, kita foto,” ajak Tomo. “Ayok.” Kami berenam akhirnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN