Setelah melakukan pemotretan sebagai awal dari persiapan launcing produk baru YKC, Erwin membawa Mayang keluar menuju tempat yang belum dia katakan pada Mayang. Sepanjang perjalanan, Mayang berulang kali melirik Erwin tetapi lelaki yang kini menjadi suaminya hanya senyam senyum tidak jelas hingga Mayang gemas dan ingin sekali mencubitnya. Namun, apa daya, mencubit Erwin pun pasti sangat percuma karena jenis pakaian yang dia pakai sehingga yang bisa dilakukan oleh Mayang hanya menahan jengkel. Mobil yang dikendarai Erwin bergerak perlahan mencoba menembus kemacatenan sementara udara di luar begitu panas hingga Mayang berpikir seandainya dia tidak berada di dalam mobil mewah Erwin nan berada di mobil pengiriman barang tempatnya bekerja, Mayang yakin keringat sudah mengalir deras hingga di

