Memasang wajah tenang dan seolah tidak mengerti arti dari ucapan dan tindakan Riezka, Erwin langsung duduk di sofa yang berada di dalam ruang kerja yang begitu luas. “Aku kira kau tidak akan pernah berkunjung ke sini?” sapa Riezka pada Mayang. “Aku pun tidak tahu kenapa aku bisa setuju dengan bujukan kakek. Dan terus terang YKC tidak seperti bayanganku,” jawab Mayang jujur. “Bayanganmu? Memangnya seperti apa kau membayangkan YKC?” tanya Riezka heran. “Semula aku berpikir YKC seperti gedung perkantoran lain yang selama ini aku lihat. Tetapi aku tidak pernah berpikir kalau dibalik gedung megah ada tempat produksi yang menjadi jantung kehidupan YKC, jawab Mayang. “Kalau kau bermaksud memuji YKC, kau sangat sukses, Yang. Pastikan agar kau mengingatkan diriku untuk memberimu hadiah,” tawa

