MPL - Chapter 40

1990 Kata

“Halo, iya Sayang. Kamu di mana? Oh, iya. Maaf tadi aku sedang sibuk membantu pa Dante untuk mengkoreksi tugas-tugas. Jadi aku tidak menjawab pesan kamu.” Sienna kemudian menutup sambungan telponnya. Saat aku membuka pintu ruang kerjaku, aku mendengar Sienna sedang menelpon dengan seseorang. Hanya Arik yang dipanggil ‘Sayang’ olehnya dan gadis itu tidak mungkin bicara dengan orang lain dengan nada semanis itu. Jujur aku cemburu. Tapi aku membiarkannya. Sienna sedang berdiri di dekat jendela yang memperlihatkan hamparan gedung-gedung tinggi pemandangan yang selalu menjadi spot favoriteku ketika di ruang kerja dan tambahan pemandangan sibuknya ibu kota saat menjelang malam hari. Aku duduk lagi di sofa sambil meletakkan sebuah kotak es krim yang sudah aku beli dan piring kecil untuk kami

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN