MPL - Chapter 39

1708 Kata

“Mas ngapain ngeliatin aku?” katanya yang malah bertanya balik.                Semburat merah muda muncul di kulit putihnya yang terlihat sangat halus dan kenyal, sungguh aku gemas sekali melihatnya. Sienna bahkan terlihat semakin cantik. “I-itu,” kataku tergugup.                Sienna bangun, mengubah posisinya menjadi duduk. Ia menyugar rambutnya yang hitam ke belakang. Kami kini duduk bersisihan dan saling pandang. “Aku udah harus kerja lagi ya?” tanyanya yang sambil membuka mulutnya lebar karna sedang menguap.                Tak lupa gadis itu menutup mulutnya dengan tangannya. Tentu saja saat itu ia membuang pandangannya ke arah lain. Aku tak menjawab pertanyaannya. “Kalau kamu masih cape, mendingan kamu tidur dulu aja. Kayanya baru sebentar ya kamu tidurnya?” tanyaku pada Sienn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN