“Hai Mba, apa kabar?” Dico berbasa-basi ketika bertemu dengan wanita yang kini melangkah di sampingnya. “Hai Dico!” sapa Savira pada lelaki yang baru saja turun dari mobil sedan di plataran parkir gedung Shailendra Tower. “Baik! kamu itu, perasaan baru kemarin ketemu. Ngapain nanya kabar coba?” Savira terkekeh mendengar pertanyaan yang ia yakini hanya sebuah basa-basi belaka yang dilontarkan lelaki itu. “Kaya ga tau aku aja,” ucap lelaki itu kemudian ikut terkekeh. “Aku tau pasti ada yang kamu mau tanyain nih kalau udah mulai basa-basi gini. Coba ngomong ayo, kamu mau ngomongin apa?” tanya Savira dengan nada menyelidik. Dico menarik tangan Savira ke sebuah koridor yang memang jarang sekali dilewati orang jika datang ke kantor sepagi ini. Tentu saja Savira sedikit b

