“Sayang, kata papah kita ga perlu ke rumah sakit malam ini. Dia mau berduaan sama mamah. Jadi kamu bisa pulang dan istirahat di rumah. Besok juga kan kamu harus ke kampus nemuin pa Dante kan?” kata lelaki itu setelah mencium bibir Sienna kilas. “Kok sebentar banget sih Sayang?” Arik menarik tengkuk Sienna lagi dan mulai melumat bibir gadisnya. Hanya sepersekian detik mereka saling mencecap. “Terima kasih, Sayang.” Kata Sienna yang menerima ciuman dari kekasihnya dengan senang, Arik mengangguk sambil tersenyum, mengelus pipi gadisnya yang sekarang sedang merona. “Yah, jadi kita ga bisa bobo berdua lagi dong?” Katanya setengah kecewa sambil bercanda dan tersenyum tipis. “Iya Sayang. Maaf ya. Nanti kalau kita pergi ke Turki sama papah dan mamah setelah mamah sembuh k

