“Jangan sok ngaku-ngaku Sienna istri lo! Kalau nyatanya yang jadi suaminya itu gw gimana?” kata Sean dengan nada tidak suka ketika dirinya dan Arik sedang berada di ruang tunggu dan duduk bersisihan. Sedangkan Sienna sedang menyuapi Arini dengan sangat telaten. Gadis itu begitu memanjakan wanita yang sudah melahirkan Arik itu. Sienna begitu perhatian pada Arini. Tentunya kalimat Sean tadi takkan terdengar pada Sienna maupun Arini yang memang berjarak beberapa meter dari kaka beradik itu. “Loh memangnya kenapa? Masalah banget? Belum tentu juga lo bisa ngerebut hati Sienna! Sekarang aja Sienna ama gw pacarannya. Bukan sama lo!” ucap Arik dengan nada yang dibuat sesantai mungkin. Ia tau membalas kakanya tidak perlu dengan kekerasan. Jika mereka terlihat ber

