“Sini makan sama aku,” ajak Aleta yang menarik tangan Tian. Lelaki itu masih menampakkan wajah seriusnya. Ia juga masih belum mau duduk di sofa, kursi makan, atau di manapun yang lelaki itu inginkan. Tian, masih berdiri memandang Aleta. Sepertinya ia masih memikirkan alasan yang tepat untuk ia utarakan pada gadis itu. Ia tak ingin ditolak lagi. Sudah cukup ketika gadis itu diajak berpacaran dan beberapa kali ia tetap harus ditolak juga. Berakhir mereka memulai hubungan backstreet dari Sienna dan Arik yang ujung-ujungnya Arik mengetahuinya lebih dulu. Untung saja kedua sahabat mereka itu tidak marah karna mereka sempat menyembunyikan hubungan mereka. “Masih ga pengen makan, aku!” tolak Tian yang langsung melerai genggaman tangan Aleta yang dilakukannya. “Kenapa? Bukanny

