“Tian!” panggil Sienna begitu melihat sahabat dari kekasihnya itu. Sienna dan Arik sedang berjalan di plataran parkir. Mereka berdua akan menuju ke mobil. Namun, sebelum mereka sempat sampai di mobil. Sienna malah melihat Tian yang berjalan berdua bersama dengan Aleta, sahabatnya. Tian masih saja tidak ditemani oleh kedua orang tuanya. Anak lelaki itu memang lebih senang ke mana-mana sendirian. Bukan juga karna kedua orang tuanya tidak perduli. “Ke mana ortu lo? Bukankah ada undangan juga untuk kedua orang tua?” tanya Arik santai kepada sahabat kentalnya yang sudah tidak ada lagi penyaringan jika berbicara dengannya. Walaupun tadi mereka duduk bersebelahan, tapi nyatanya Arik tidak tau jika Tian datang hanya ditemani oleh Aleta ketika dirinya wisuda hari ini. “Biasalah, kaya ga tau

