Tidak Peka

1266 Kata

“Awww!” teriakku. Mas Naren langsung berlari menghampiriku. “Ada apa? Kamu kenapa? Kenapa teriak?” tanyanya. Mas Naren membantuku berdiri. Ketika sedang menyapu halaman aku menginjak paku kecil dan masuk hingga bagian terdalam, aku terkejut dan langsung berteriak. Mas Naren yang awalnya tengah di dalam rumah untuk bersiap pulang, langsung keluar dengan wajah paniknya. “Aku injak paku mas,” kataku. “Astaga. Kenapa paku bisa ada di sini?” Mas Naren menggeleng lalu meraih paku itu dan membuangnya cukup jauh. Mas Naren lalu menggendongku dan mendudukkanku dikursi teras dengan bahan kayu tua yang kokoh. Mas Naren berjongkok didepanku dan melihat kakiku yang terkena paku. Mas Naren bingung karena di rumahku ini memang tidak ada kotak P3K lengkap seperti di rumahnya. “Ini akan infeksi kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN