Bab 36

1149 Kata

Waktu seolah beku di dalam ruangan itu. Tidak ada detik, hanya embusan angin dari celah jendela, dan dua napas yang mengisi udara di antara mereka. Kenzo duduk bersandar pada sandaran bangku kayu panjang, satu tangan memegang gelas wine yang tinggal setengah. Di sisi lain, Eleanor menunduk, memandangi lukisan wanita bermata gelap yang tersenyum samar dari balik pigura. Jari-jarinya mengelus lutut gaunnya sendiri, gelisah. "Dia mengingatkanku padamu," ucap Kenzo tiba-tiba. Eleanor menoleh. "Maaf?" "Lukisan itu," Kenzo menunjuk ke arah potret perempuan dengan latar belakang kabut biru. "Tatapan matanya. Seolah menyimpan ratusan pertanyaan, tapi tidak satu pun yang benar-benar ingin dijawab." Eleanor menghela napas pelan. "Itu bukan karena saya ingin menyembunyikan sesuatu, Tuan. Tapi ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN