Rumah di kawasan elit yang tenang, dengan fasad putih elegan dan jendela-jendela besar yang menyiratkan kehidupan sempurna. Dari luar, rumah Oscar dan Kathryn tampak seperti lukisan kebahagiaan. Tapi di balik dinding tebal dan pencahayaan hangat, ada sesuatu yang mulai goyah. Bukan gempa besar yang mengguncang, melainkan retakan-retakan kecil yang nyaris tak terdengar—tapi mematikan. Pukul sepuluh malam lewat lima belas menit. Oscar baru saja tiba, menggantung jasnya di rak kayu mahal di ruang tamu. Kepalanya masih penuh dengan pertemuan hari ini, percakapannya dengan Florencia. Sosok Kathryn menyambutnya di ruang tengah. Wanita itu duduk santai di sofa, mengenakan kimono satin hijau pastel yang memperlihatkan garis leher jenjangnya. Buku terbuka di tangannya, meski matanya tak benar-ben

