Deru mobil Kenzo merayap pelan ke area pelataran depan mansion. Suara mesin mobilnya yang terdengar khas menggema, menyentuh setiap dinding rumah itu sebelum benar-benar padam. Florencia berdiri di dekat pilar, kedua tangannya terlipat rapi di depan perut. Senyumnya sudah siap, matanya sudah dikondisikan lembut, dan seluruh postur tubuhnya seolah menyambut dengan kehangatan. Padahal, di balik tulang rusuknya, jantungnya masih memukul-mukul keras. Bayangan ciuman Lucas masih hangat di kulit bibirnya. Pintu depan dibuka oleh Hans. Kenzo melangkah masuk, tubuh tegak dengan aura maskulin yang dingin dan dominan seperti biasanya. Jasnya sudah dilepas, digantung di lengan. Kemejanya sedikit tergulung di lengan, dasi longgar menggantung seperti sisa dari perang pikiran yang belum usai. Begitu

