“Mau apa kau kemari?” Tatapan dingin Kenzo begitu menusuk. Nada bicaranya pun datar sekali, yang mana membuat Eleanor semakin tak karuan. Ia sendiri juga tak mau sebenarnya terjebak dalam situasi yang tidak mengenakkan ini. Dia pikir, aktivitas kedua orang itu sudah selesai, sebab tak terdengar suara apa pun. Tapi ternyata? Sangat jauh di luar ekspektasi. “Eleanor!” seru Kenzo, yang mana membuat sang pemilik nama tersebut tersentak kaget. “Aku tanya kenapa kau kemari? Bukannya cepat menjawab, tapi justru diam seperti orang linglung!” Kali ini, Florencia sama sekali tidak menghentikan Kenzo yang bicara keras dan galak pada Eleanor. Padahal biasanya, wanita itu yang paling depan dalam mencoba untuk mengontrol emosinya. Walau kadang tak pernah berhasil. Tapi untuk yang kali ini memang s

