Bab 16

1505 Kata

“Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan?” Oscar bangkit dari duduknya dengan tenang, seolah tak merasa gentar sedikit pun oleh kemunculan adiknya yang penuh aura mengancam. Ia justru menampilkan senyum tipis yang sulit dibaca—seperti menyimpan sesuatu yang hanya ingin ia buka perlahan. “Aku hanya mengobrol, Kenzo,” sahut Oscar santai. “Kau datang tepat waktu. Kami sedang membahas masa depan gadis ini.” “Masa depan Eleanor bukan urusanmu,” balas Kenzo tajam, menghentikan langkahnya beberapa meter dari mereka. “Apalagi sampai kau mencoba menakut-nakutinya dengan skenario murahan yang bahkan tidak pantas keluar dari mulut seorang Oscar Roderick.” Eleanor menunduk, tidak berani menatap kedua pria itu. Hatinya gelisah—bukan karena takut, tapi karena muak. Ia muak menjadi objek pembicar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN