Bab 22

1732 Kata

Cahaya mentari menyusup perlahan dari celah-celah jendela besar kamar pelayan di lantai bawah mansion Roderick. Suasana masih hening, tapi bagi Eleanor, waktu telah berjalan jauh sejak semalam. Tidurnya nyaris tak layak disebut tidur. Ia lebih seperti terbaring dalam ketegangan panjang, dengan jantung yang tak henti berdetak kencang karena bayangan—dan sentuhan—Kenzo Roderick masih begitu nyata di seluruh tubuhnya. Ia meringkuk di balik selimut abu-abu tipis. Punggungnya terasa dingin, meski kamar itu cukup hangat. Bekas-bekas perlakuan Kenzo masih terasa di kulitnya, bukan luka, tapi sesuatu yang lebih dalam dari itu. Luka di harga diri. Luka di hatinya yang tak seharusnya berani menyimpan rasa yang aneh. Pelayan. Ia hanya pelayan di tempat ini. Namun semalam, Kenzo memperlakukannya bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN