*** "Welcome home," ucap Dewa seraya tersenyum lebar saat membukakan pintu apartemennya untuk sang istri yang pagi ini—sekitar pukul enam—akhirnya kembali untuk menaungi satu flat yang sama. "Makasih." Mya turut serta menarik kedua sudut bibirnya sebelum menarik koper dan masuk ke dalam sana, baru pertama kali Dewa menyambut kehadirannya di tempat ini seakan mereka tengah meramu kisah baru dari sebuah keputusan besar di satu persimpangan. "Kalau gitu aku mau mandi ya, Wa. Mau siap-siap, kamu juga siap-siap ya, nanti aku buatin sarapan." Dewa mengangguk, ia membiarkan istrinya melenggang menghampiri kamar wanita itu sendiri. Sudah satu bulan lebih, tapi mereka lebih mirip anak kost ketimbang sepasang suami istri, kamar saja harus berbeda—padahal sudah sampai di tahap paling krusial. Dew

