SEPI DAN SENDU.

1472 Kata

Pernah seseorang menempa perasaanya, setiap hari, memupuk rasa percaya bahwa esok pasti dibalas bahagia, tapi berakhir sia-sia. Terkadang peliknya ekspektasi membuat gila, terutama saat luka menjadi belanga. Pernah jatuh cinta, tapi menjadi patah lara, lantas berlomba-lomba mengikis luka, dinikmati sendiri hari demi hari seperti serangkai puitis yang menjelma sepi. Sakti juga pernah, ini tentang laki-laki yang patah, laki-laki luka yang sempat tertawa sebab tergoda jatuh cinta. Kini ia sibuk meremat sepasang jemarinya, menatap pantulan rembulan yang lagi-lagi mengapung di permukaan jelaga. Sakti menyadari maksud keterdiamannya akhir-akhir ini, ia merasa resah untuk menumbuhkan lagi rasa percaya terhadap seseorang, isi pikirannya membuncah. Orang yang jatuh cinta itu bodoh, sebab konseku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN