*** Pelataran coffeshop, atau lebih tepatya di bawah naungan meja berpayung pelataran coffeshop yang tak terlalu ramai siang ini menjadi tempat bertemunya Mya dan Herdi. Ada keuntungan saat jam makan siang Mya keluar kantor, ia bisa menghindari kecanggungan jika saja menghadapi Sakti, ia juga tak perlu banyak diam di depan teman-temannya saat resah mengusik pikiran. Mya sudah memesan kopi yang biasa Herdi nikmati, ia cukup hafal sebab pernah tinggal serumah dengan pria itu sebelum memutuskan untuk mandiri dan tinggal di rumah peninggalan orangtuanya, Herdi seperti ayah bagi Mya, tanpa tedeng aling-aling. Ia masih menunggu Herdi yang katanya sudah di jalan, Mya membuka ponsel dan menemukan beberapa chat masuk dari Dewa, klasik saat bertanya tentang kabar Mya hari ini. Tumben sekali? Mungk

