MERANGGAS.

1531 Kata

Rembulan bergeming saat pantulannya berada di permukaan kolam renang terlihat tenang, tetap di sana meski tanpa siapa-siapa. Bahkan sejak kemarin malam ia berdiri di tepi kolam renang seraya menatap pantulan bulan yang sama, hampir setiap malam jika tiada mendung menyingkirkannya dari tahta. Dua malam ini Sakti seperti menyukai tempat itu—yang selalu sunyi setiap hari, jarang sekali ada aktivitas manusia di kolam renang rumahnya—selain jika Sakti melompat ke dalam sana, sudah lama ia tak pernah melakukannya. Terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan serta perasaan, ya meski kini Sakti menyadari di mana posisi yang layak untuknya, yang jelas bukan di samping Mya, bukan juga di belakang atau di depannya, tapi di sudut yang tak lagi terjangkau. Sakti hanya berdiri seraya menyimpan tangannya di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN