Zhang Tianfang terkejut
mendengar itu. "Dokter, apa yang
terjadi?"
Li Jie membalas dengan dingin,
"apakah aku belum memperjelas
diriku? Karena kamu adalah
saudara Zhang Peng, aku tidak
akan mengobati putrimu."
Sebelum Tianfang sempat
membalas itu, Zhang Peng
berteriak, "Li Jie, beraninya kamu
berbicara dengan kakakku dengan
nada seperti itu? Sepertinya pukulan kemarin tidak cukup."
Tianfang tambah bingung. Dia
menoleh ke Zhang Peng dan
bertanya, "apa yang sedang
terjadi?"
Zhang Peng menunjuk ke arah Li
Jie dan berkata, "orang ini bukan
dokter. Entah rahasia macam apa
yang dia sembunyikan. Tapi jika
dia bisa melakukan pengobatan,
aku akan makan t**i dihadapan
semua orang.
"Oh?" Tianfang menyipitkan
matanya dan berkata, "Tapi
keponakanmu memang benar
disembuhkan olehnya."
"Hahaha, dia? Oh benarkah?"
Zhang Peng tidak bisa berhenti
tertawa ketika mendengar berita
itu. "Jika dia benar-benar memiliki
keterampilan medis, dia tidak
perlu berlutut di hadapanku dan
memohon padaku hanya untuk
meminjam uang padaku kemarin.
Dia hanya beruntung kali ini.
Apakah kamu benar-benar berpikir dia adalah semacam dokter ajaib?"
Zhang Peng terus terkekeh.
Li Jie mengerutkan keningnya
kesal mendengar ucapan kasar
Zhang Peng, terlihat emosi di
matanya.
"Oh, jika seperti itu, apakah ini
berarti kamu mempermainkanku?"
Wajah Tianfang menjadi suram
lalu menatap Li Jie dengan tatapan
dengki.
Li Jie menjawab, "Percaya atau
tidak percaya.
Putrimu memang terinfeksi sesuatu yang
mengerikan. Kondisinya yang
membaik sekarang hanyalah
sementara."
Zhang Peng memaki Li Jie, "Kamu
memang pengecut sialan, Li Jie.
Apakah kamu benar-benar berpikir
kamu adalah seorang dokter ajaib?
Beraninya kau mengutuk
keponakanku? Tampaknya kamu
benar-benar ingin mati. Sesuatu
yang mengerikan? Di era apa kamu
hidup sekarang untuk membuat
kebohongan bodoh seperti itu?"
Bibir Li Jie sedikit berkedut
sebelum dia menjawab dengan
santai, "Terserah apa yang kamu
katakan! Aku tidak berharap orang
sepertimu berpengetahuan luas
Tanpa banyak bicara, Li Jie
membalikan badanya dan pergi.
Namun, Zhang Peng tidak
membiarkan Li Jie pergi begitu
saja. Dengan amarah yang terlihat
di matanya, dia berseru, "Apakah
kamu pilkir kamu bisa pergi begitu
saja setelah membodohi saudaraku?"
Dengan itu, Zhang Peng
mengangkat tinjunya dan hendak
memukuli Li Jie.
Pada saat itu juga, kejadian yang
tidak terduga terjadi.
Gadis kecil yang tadinya baik-baik
saja tiba-tiba matanya berputar
kebelakang. Tubuhnya mulai
bergerak-gerak saat busa putih
dimuntahkan dari sudut
mulutnya.
"Ah!!! Putriku! Apa yang sedang
terjadi?"
Seorang wanita muda berpakaian
indah di samping Tianfang
berteriak panik, air mata mengalir
di pipinya saat dia bergegas
menghampiri gadis itu.
"Lei, apa yang terjadi padamu?"
Tianfang juga terkejut dengan
perubahan mendadak pada kondisi
putrinya. Dia bergegas
menghampiri gadis kecil itu sambil
teriak pada dokter wanita,
"Cepat! Selamatkan putri saya.
Jika terjadi sesuatu padanya, aku
akan memastikan kamu akan
membayarnya dengan nyawamu!"
Dokter wanita muda itu mendekati
gadis kecil itu dan melakukan
beberapa pemeriksaan, bulir-bulir
keringat perlahan-lahan keluar
dari dahinya. Setelah beberapa
saat, dia menggelengkan kepalanya
dan berkata, "Maaf, tidak ada yang
bisa aku lakukan."
Mata Tianfang menjadi berair mendengarnya. Dia segera
mengangkat tinjunya dan siap
memukul dokter itu sambil
mengutuk, "Dokter sialan macam
apa kamu?"
Tiba-tiba, seseorang berteriak,
"Direktur Li ada di sini."
Kerumunan penonton terpisah
menjadi dua, menyisakan lorong
untuk dilewati sang Direktur.
Seorang pria berusia lima puluhan
mengenakan jas putih dan
kacamata berbingkai emas berjalan mendekat.
"Itu Direktur Li."
"Direktur Li adalah ahli bedah
anak. Karena dia ada di sini, gadis
itu seharusnya baik-baik saja
sekarang," kata seseorang di antara
kerumunan.
Ketika Tianfang melihat apa yang
terjadi, kebencian di matanya
menghilang. Dia buru-buru
bergegas menghampiri Direktur Li
dan memohon, "Pak, tolong
periksa putriku. Apa yang terjadi padanya?"
Direktur Li mengangguk dan
bertanya kepada dokter wanita
muda itu, "Liu, bagaimana
situasinya?"
Dokter wanita itu menggigit bibir
bawahnya dan menjawab, "Pak,
situasi pasien ini agak rumit.
Semua tes darah normal, tapi dia
mengalami kejang-kejang yang
tidak dapat dijelaskan."
Direktur Li mengerutkan kening sebelumn dia bertanya lagi, "Setiap
pemeriksaan normal, ya? Apakah
kamu sudah melakukan
pemeriksaan EEG? Apakah ini
epilepsi?"
Dokter wanita itu menggelengkan
kepalanya dan berkata, "EEG juga
normal."
"Biar aku lihat." Direktur Li
menghampiri gadis itu dan
melakukan pemeriksaan fisik
sederhana, bertanya, "Bawakan
rontgen d**a dan hasil lab untukku."
Setelah pemeriksaan lagi, Direktur
Li menggelengkan kepalanya
dengan tidak percaya. "Ini tidak
mungkin benar. Semua
pemeriksaan normal dan tidak ada
kelainan pada tubuhnya. Mengapa
kedutan dan kejang ini terjadi
padanya?"
Tiba-tiba, dokter pria di samping
Direktur berseru, "Pak, pasien
mengalami gangguan saluran
pernapasan. Situasinya menurun dengan cepat."
Direktur Li buru-buru
memerintahkan, "Hubungi bagian
anestesi untuk mempersiapkan
intubasi endotrakeal darurat.
Cepat! "
Saat itu, dokter wanita itu menyela
pelan, "Pak, pasien mengalami
kejang serupa sebelumnya, tetapi
pria itu mengatakan bahwa pasien
terinfeksi dengan sesuatu yang
mengerikan. Kemudian dia
menggunakan semacam teknik untuk meringankan gejala pasien."
Dokter wanita itu menunjuk Li Jie
yang berdiri di antara kerumunan.
"Oh?"
Direktur Li memandang ke arah Li
Jie dengan ekspresi terkejut. "Apa
kamu orangnya? Menggunakan
semacam teknik untuk meredakan
gejala anak ini?"
Li Jie menganggukkan kepalanya.
"Dia telah dirasuki oleh sesuatu
yang mengerikan."
Direktur Li berpikir keras.
Zhang Peng mulai berteriak, "Li
Jie, apakah kamu berpura-pura
menjadi orang pintar sekarang
karena Direktur Li ada di sini?
Siapa lagi yang ingin kamu coba
membodohi? Kamu lebih baik diam!
Kamu adalah satu-satunya di sini
yang telah dirasuki! Benar-benar
bodoh!"
Tianfang mengerutkan dahinya,
dia juga merasa curiga terhadap
klaim Li Jie. Lagi pula, siapa yang akan percaya omong kosong
seperti itu di zaman ini? Adanya
kemajuan ilmu pengetahuan,
membuat semua topik metafisik
misterius ini terdengar bodoh.
"Direktur, bagaimana
menurutmu?"
Direktur Li merenung sejenak dan
berkata, "Dunia ini penuh dengan
keajaiban dan juga hal-hal aneh.
Pernyataannya belum tentu
takhayul."
Ketika Tianfang mendengarnya,
dia ingat bagaimana Li Jie
meletakkan jarinya pada putrinya
tadi. Tianfang bergegas
menghampiri Li Jie dan
memohon, "Pak, tolong
selamatkan putriku."
Li Jie dengan santai menjawab,
"Sudah dua kali aku mengatakan
ini. Karena kamu adalah saudara
Zhang Peng, aku tidak akan
menyembuhkan putrimu. Kamu
harus mencari orang lain."
Zhang Peng menjadi lebih marah dan berteriak, "Li Jie, kamu
benar-benar sialan, apakah kamu
sedang menggali kuburanmu
sendiri? Kamu pikir kamu siapa?"
Zhang Peng sudah berpikir untuk
memberi Li Jie beberapa tamparan
lagi.
"Zhang Peng!" Tianfang berteriak
dengan tegas.
"Tapi ... "
Zhang Peng menatap Tianfang
dengan marah. "Dia adalah seorang penipu. Bahkan ibunya
sendiri sekarang terbaring di
rumah sakit dan sedang dalam
ambang kematian. Bagaimana
mungkin dia bisa
menyembuhkannya?"
"Diam kamu!" seru Zhang
Tianfang dengan marah.
"Selamat tinggal," ucap Li Jie acuh
tak acuh ketika melihat situasi
tersebut.
"Sepertinya kamu benar-benar
harus kembali pada akal sehatmu.
Masih mencoba untuk
berpura-pura? Li Jie, sebaiknya
kamu hati-hati, aku sendiri yang
akan membunuhmu!" Zhang Peng
mengancam.
Tianfang menjadi cemas ketika
melihat Li Jie hendak pergi. Dia
mengulurkan tangannya dan
menampar wajah Zhang Peng.
Wajah Zhang Peng seketika mulai
membengkak.
"Aduh ... " Zhang Peng
memandang Tianfang dengan tidak percaya dan berkata, "Kamu
memukulku?"
"Minta maaf pada Tuan Li.
Sekarang!" perintah Tianfang
dengan suara tegas.
"Tapi, dia adalah seorang penipu,"
jawab Zhang Peng dengan emosi
yang meledak-ledak.
Menampar! Menampar!
Tianfang mengangkat telapak
tangannya dan memberikan
tamparan lagi.
Matanya dingin seperti musim
dingin yang membeku, Tianfang
mengertakkan giginya lalu berkata,
"Aku akan mengatakan ini untuk
terakhir kalinya. Minta maaf
kepada Tuan Li."