Bab 4 Minta Maaf KepadaTuan Li

1159 Kata
Zhang Tianfang terkejut mendengar itu. "Dokter, apa yang terjadi?" Li Jie membalas dengan dingin, "apakah aku belum memperjelas diriku? Karena kamu adalah saudara Zhang Peng, aku tidak akan mengobati putrimu." Sebelum Tianfang sempat membalas itu, Zhang Peng berteriak, "Li Jie, beraninya kamu berbicara dengan kakakku dengan nada seperti itu? Sepertinya pukulan kemarin tidak cukup." Tianfang tambah bingung. Dia menoleh ke Zhang Peng dan bertanya, "apa yang sedang terjadi?" Zhang Peng menunjuk ke arah Li Jie dan berkata, "orang ini bukan dokter. Entah rahasia macam apa yang dia sembunyikan. Tapi jika dia bisa melakukan pengobatan, aku akan makan t**i dihadapan semua orang. "Oh?" Tianfang menyipitkan matanya dan berkata, "Tapi keponakanmu memang benar disembuhkan olehnya." "Hahaha, dia? Oh benarkah?" Zhang Peng tidak bisa berhenti tertawa ketika mendengar berita itu. "Jika dia benar-benar memiliki keterampilan medis, dia tidak perlu berlutut di hadapanku dan memohon padaku hanya untuk meminjam uang padaku kemarin. Dia hanya beruntung kali ini. Apakah kamu benar-benar berpikir dia adalah semacam dokter ajaib?" Zhang Peng terus terkekeh. Li Jie mengerutkan keningnya kesal mendengar ucapan kasar Zhang Peng, terlihat emosi di matanya. "Oh, jika seperti itu, apakah ini berarti kamu mempermainkanku?" Wajah Tianfang menjadi suram lalu menatap Li Jie dengan tatapan dengki. Li Jie menjawab, "Percaya atau tidak percaya. Putrimu memang terinfeksi sesuatu yang mengerikan. Kondisinya yang membaik sekarang hanyalah sementara." Zhang Peng memaki Li Jie, "Kamu memang pengecut sialan, Li Jie. Apakah kamu benar-benar berpikir kamu adalah seorang dokter ajaib? Beraninya kau mengutuk keponakanku? Tampaknya kamu benar-benar ingin mati. Sesuatu yang mengerikan? Di era apa kamu hidup sekarang untuk membuat kebohongan bodoh seperti itu?" Bibir Li Jie sedikit berkedut sebelum dia menjawab dengan santai, "Terserah apa yang kamu katakan! Aku tidak berharap orang sepertimu berpengetahuan luas Tanpa banyak bicara, Li Jie membalikan badanya dan pergi. Namun, Zhang Peng tidak membiarkan Li Jie pergi begitu saja. Dengan amarah yang terlihat di matanya, dia berseru, "Apakah kamu pilkir kamu bisa pergi begitu saja setelah membodohi saudaraku?" Dengan itu, Zhang Peng mengangkat tinjunya dan hendak memukuli Li Jie. Pada saat itu juga, kejadian yang tidak terduga terjadi. Gadis kecil yang tadinya baik-baik saja tiba-tiba matanya berputar kebelakang. Tubuhnya mulai bergerak-gerak saat busa putih dimuntahkan dari sudut mulutnya. "Ah!!! Putriku! Apa yang sedang terjadi?" Seorang wanita muda berpakaian indah di samping Tianfang berteriak panik, air mata mengalir di pipinya saat dia bergegas menghampiri gadis itu. "Lei, apa yang terjadi padamu?" Tianfang juga terkejut dengan perubahan mendadak pada kondisi putrinya. Dia bergegas menghampiri gadis kecil itu sambil teriak pada dokter wanita, "Cepat! Selamatkan putri saya. Jika terjadi sesuatu padanya, aku akan memastikan kamu akan membayarnya dengan nyawamu!" Dokter wanita muda itu mendekati gadis kecil itu dan melakukan beberapa pemeriksaan, bulir-bulir keringat perlahan-lahan keluar dari dahinya. Setelah beberapa saat, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Maaf, tidak ada yang bisa aku lakukan." Mata Tianfang menjadi berair mendengarnya. Dia segera mengangkat tinjunya dan siap memukul dokter itu sambil mengutuk, "Dokter sialan macam apa kamu?" Tiba-tiba, seseorang berteriak, "Direktur Li ada di sini." Kerumunan penonton terpisah menjadi dua, menyisakan lorong untuk dilewati sang Direktur. Seorang pria berusia lima puluhan mengenakan jas putih dan kacamata berbingkai emas berjalan mendekat. "Itu Direktur Li." "Direktur Li adalah ahli bedah anak. Karena dia ada di sini, gadis itu seharusnya baik-baik saja sekarang," kata seseorang di antara kerumunan. Ketika Tianfang melihat apa yang terjadi, kebencian di matanya menghilang. Dia buru-buru bergegas menghampiri Direktur Li dan memohon, "Pak, tolong periksa putriku. Apa yang terjadi padanya?" Direktur Li mengangguk dan bertanya kepada dokter wanita muda itu, "Liu, bagaimana situasinya?" Dokter wanita itu menggigit bibir bawahnya dan menjawab, "Pak, situasi pasien ini agak rumit. Semua tes darah normal, tapi dia mengalami kejang-kejang yang tidak dapat dijelaskan." Direktur Li mengerutkan kening sebelumn dia bertanya lagi, "Setiap pemeriksaan normal, ya? Apakah kamu sudah melakukan pemeriksaan EEG? Apakah ini epilepsi?" Dokter wanita itu menggelengkan kepalanya dan berkata, "EEG juga normal." "Biar aku lihat." Direktur Li menghampiri gadis itu dan melakukan pemeriksaan fisik sederhana, bertanya, "Bawakan rontgen d**a dan hasil lab untukku." Setelah pemeriksaan lagi, Direktur Li menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya. "Ini tidak mungkin benar. Semua pemeriksaan normal dan tidak ada kelainan pada tubuhnya. Mengapa kedutan dan kejang ini terjadi padanya?" Tiba-tiba, dokter pria di samping Direktur berseru, "Pak, pasien mengalami gangguan saluran pernapasan. Situasinya menurun dengan cepat." Direktur Li buru-buru memerintahkan, "Hubungi bagian anestesi untuk mempersiapkan intubasi endotrakeal darurat. Cepat! " Saat itu, dokter wanita itu menyela pelan, "Pak, pasien mengalami kejang serupa sebelumnya, tetapi pria itu mengatakan bahwa pasien terinfeksi dengan sesuatu yang mengerikan. Kemudian dia menggunakan semacam teknik untuk meringankan gejala pasien." Dokter wanita itu menunjuk Li Jie yang berdiri di antara kerumunan. "Oh?" Direktur Li memandang ke arah Li Jie dengan ekspresi terkejut. "Apa kamu orangnya? Menggunakan semacam teknik untuk meredakan gejala anak ini?" Li Jie menganggukkan kepalanya. "Dia telah dirasuki oleh sesuatu yang mengerikan." Direktur Li berpikir keras. Zhang Peng mulai berteriak, "Li Jie, apakah kamu berpura-pura menjadi orang pintar sekarang karena Direktur Li ada di sini? Siapa lagi yang ingin kamu coba membodohi? Kamu lebih baik diam! Kamu adalah satu-satunya di sini yang telah dirasuki! Benar-benar bodoh!" Tianfang mengerutkan dahinya, dia juga merasa curiga terhadap klaim Li Jie. Lagi pula, siapa yang akan percaya omong kosong seperti itu di zaman ini? Adanya kemajuan ilmu pengetahuan, membuat semua topik metafisik misterius ini terdengar bodoh. "Direktur, bagaimana menurutmu?" Direktur Li merenung sejenak dan berkata, "Dunia ini penuh dengan keajaiban dan juga hal-hal aneh. Pernyataannya belum tentu takhayul." Ketika Tianfang mendengarnya, dia ingat bagaimana Li Jie meletakkan jarinya pada putrinya tadi. Tianfang bergegas menghampiri Li Jie dan memohon, "Pak, tolong selamatkan putriku." Li Jie dengan santai menjawab, "Sudah dua kali aku mengatakan ini. Karena kamu adalah saudara Zhang Peng, aku tidak akan menyembuhkan putrimu. Kamu harus mencari orang lain." Zhang Peng menjadi lebih marah dan berteriak, "Li Jie, kamu benar-benar sialan, apakah kamu sedang menggali kuburanmu sendiri? Kamu pikir kamu siapa?" Zhang Peng sudah berpikir untuk memberi Li Jie beberapa tamparan lagi. "Zhang Peng!" Tianfang berteriak dengan tegas. "Tapi ... " Zhang Peng menatap Tianfang dengan marah. "Dia adalah seorang penipu. Bahkan ibunya sendiri sekarang terbaring di rumah sakit dan sedang dalam ambang kematian. Bagaimana mungkin dia bisa menyembuhkannya?" "Diam kamu!" seru Zhang Tianfang dengan marah. "Selamat tinggal," ucap Li Jie acuh tak acuh ketika melihat situasi tersebut. "Sepertinya kamu benar-benar harus kembali pada akal sehatmu. Masih mencoba untuk berpura-pura? Li Jie, sebaiknya kamu hati-hati, aku sendiri yang akan membunuhmu!" Zhang Peng mengancam. Tianfang menjadi cemas ketika melihat Li Jie hendak pergi. Dia mengulurkan tangannya dan menampar wajah Zhang Peng. Wajah Zhang Peng seketika mulai membengkak. "Aduh ... " Zhang Peng memandang Tianfang dengan tidak percaya dan berkata, "Kamu memukulku?" "Minta maaf pada Tuan Li. Sekarang!" perintah Tianfang dengan suara tegas. "Tapi, dia adalah seorang penipu," jawab Zhang Peng dengan emosi yang meledak-ledak. Menampar! Menampar! Tianfang mengangkat telapak tangannya dan memberikan tamparan lagi. Matanya dingin seperti musim dingin yang membeku, Tianfang mengertakkan giginya lalu berkata, "Aku akan mengatakan ini untuk terakhir kalinya. Minta maaf kepada Tuan Li."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN