Bab 9. Tuan Efred

1000 Kata
Tuan Carlos mengumpat, sudah lama dia tak kesal seperti ini. “Lepas, aku bisa pergi sekarang jadi jangan sampai kepala kalian berlubang oleh pistol milikku. Mengesalkan sekali,” Para penjaga yang tidak ingin membuat Tuan Carlos semakin marah pun akhirnya membiarkan pria itu pergi. “Parah, padahal Tuan Carlos di kenal dengan citra yang bagus, entah kenapa karena seorang wanita dia jadi seperti ini. Pelayan bernama Zenit itu memang sangat mempesona, aku saja terpana olehnya. Bahkan Nyonya besar sangat cemburu pada wanita itu, bisa di bilang fisiknya 95% mirip artis.” Mereka berbisik-bisik, dan tentu saja membuat Tuan Carlos yang sejak tadi masih di sana menguping. Pria itu memang sedang mabuk berat, tapi apa yang dia lakukan masih berada di dalam batas kesadaran. Zenit, apa aku harus melibatkan banyak orang agar kau bisa tidur denganku? Malam ini tak masalah jika aku gagal mendapatkan dirimu, tapi malam berikutnya semua itu tidak akan terjadi sama sekali. Arsenil tidak akan bisa melindungi dirimu. Setelah mengoceh dalam hati sebanyak mungkin dia yang tak ingin lagi lebih lama mendengarkan cerita orang lain. Tuan Carlos memilih untuk segera menjauh dari tempat tersebut. Sampai di Mansion miliknya yang berada tak jauh dari tempat Arsenil, Tuan Carlos di sambut oleh Merlin. “Untuk apa kau ke sini? Padahal aku sudah mengatakan dengan sangat jelas untuk tidak menemuiku dalam beberapa bulan ini.” Tuan Carlos menggeser tubuh Merlin karena dia ingin masuk ke kamarnya. Tapi baru saja hendak menutup pintu kamarnya, dia kembali terkejut oleh kalimat Merlin. “Anda mabuk dan menemui dirinya? Apa anda tidak bisa menahan sedikit? Saya sudah lelah menjaga harga diri anda, selama ini saya sangat teliti menghadapi apapun. Sayang sekali saat saya lengah anda malah melakukan hal bodoh.” Tuan Carlos menutup pintu kamarnya, dia enggan bicara pada Merlin saat ini. Untuk waktu yang cukup lama Carlos sudah mengikuti apa yang orang lain inginkan, tapi setidaknya hidup harus memiliki perubahan, bukan? Aku sangat sulit lolos dari Merlin, tapi jika kerjasama antar Aku dan Arsenil maka dia tak akan bisa mengelak. Merlin, Merlin, aku anggap aku ini benar-benar bodoh, sialan sekali. Merlin melihat pintu kamar Tuan Carlos dan sedikit ingin mengumpat, dengan sedikit menahan amarah Merlin pergi dari Mansion Tuan Carlos menuju satu tempat. Selama 1 jam perjalanan Merlin akhirnya sampai di sebuah Villa besar dengan warna putih yang elegan. “Tuan Merlin, selamat malam!” sapa para penjaga. “Ya,” jawabnya singkat. Pintu besar terbuka, dia memarkirkan mobilnya di sudut Villa. Dengan berulang kali menghela Merlin memberanikan diri masuk ke dalam Villa yang merupakan milik orangtua sang Tuan. “Selamat malam Tuan Efred.” Merlin membungkuk dan di saat itu juga sebuah tongkat kayu memukul tubuhnya, Merlin terjungkal, tubuhnya jatuh ke lantai berkali-kali karena pukulan tongkat yang berulang. “Kau yang bilang jika dia melakukan kesalahan, maka kau yang menerima akibatnya. Bukankah aku tidak salah dengar?!” Pria itu menggeleng, “Tuan, saya menerima semuanya.” jawab Merlin yang kini bibirnya pecah, penuh darah. Tuan Efred mendekat dengan senyum cemooh, “sudah aku katakan padamu bahwa Carlos tidak akan pernah layak, kenapa terus memaksakan diri, hah? Padahal aku sudah malas bertindak seperti ini.” Merlin tidak menjawab, dia lebih memilih membuang wajahnya. “Tuan, saya akan menerima apapun kesalahan yang Tuan Carlos dapatkan.” “Wuh, peliharaan yang setia, sudah sangat jarang bisa menemui pria seperti dirimu Merlin.” “Saya hanya ingin menjaga amanat Nyonya besar, tidak lebih dari apapun.” Tuan Efred geram jika Merlin sudah membahas tentang hal itu, “Kau sengaja mengingatkan aku, bukan?! kau tahu aku lemah akan hal ini, tapi b******n itu selamanya tidak akan pernah berubah, dia tak akan bisa menjadi pimpinan kelompok besar jika tak bisa berhenti membuat ulah.” “Anda terlalu banyak berpikir Tuan Besar, bagaimana pun Tuan Carlos cukup banyak membantu dan ambil handil saat kelompok besar Tuan bermasalah. Dia berhasil menyelamatkan banyak orang. Sedangkan anda malah memiliki pergi ke Antartika dengan alasan yang konyol.” “Kau sekarang mendikte diriku?” Merlin menarik napas panjang dan sebuah tembakan kini menembus kakinya. Tubuh Merlin berusaha untuk tetap tegap, dia benci jika mengakui kekalahan pada sang ayah yang tak pernah menganggap dirinya ada. Merlin berdiri hanya untuk melindungi Carlos. “Maaf jika kalimat saya malah membuat Tuan tidak berkenan.” “Beginilah jika anak terlahir dari wanita liar, maka otak dan pemikirannya tidak akan normal.” dia menghela, lalu duduk di kursi kebesarannya. “Aku ingatkan padamu Merlin, jika dia berbuat seenaknya maka aku akan meminta orang-orang untuk mengejarnya. Aku tidak akan tinggal diam kali ini, jika Carlos mati mungkin itu akan menjadi lebih baik.” “Anda akan menyingkirkan dia hanya karena saham?!” Tuan Efred mengangkat bahu, “kita lihat saja, yang jela selama Carlos hidup segala sesuatu akan menjadi dua bagian untukku. Kita lihat bagian mana yang paling menguntungkan.” “Anda sepertinya merasa akan hidup abadi, ini luar biasa sekali padahal sudah sangat jelas kalau manusia akan mati pada waktunya. Saya heran kenapa anda terlalu percaya diri, Tuan.” Tuan Efred kesal mendengar celotehan Merlin, dia dengan sedikit berteriak berkata, “Penjaga, bawa dia dan berikan 100 pukulan.” Merlin akan selalu seperti ini selama Carlos tidak mendengarkan apa yang dia katakan. Carlos Emerlad adalah anak satu-satunya keluarga mafia terbesar di Italia, tapi kelompok besar itu memiliki saham yang sangat besar dan di bawah kendali Ibu Carlos dan langsung di wariskan kepada anaknya. Sayang tindakan itu tidak menyenagkan hati Tuan Efred karena baginya mendiang Ibu Carlos sudah memutuskan banyak hal secara sepihak. Sedangkan Merlin sendiri adalah anak dari hasil hubungan gelap antara Tuan Efred dan penyanyi Kafe. Semasa hidupnya Ibu Carlos sangat baik kepada wanita yang sudah menggoda suaminya, yaitu Ibu Merlin. Pria itu merasa tak ada yang bisa dia lakukan selain melindungi Tuan Carlos dari sang Ayah yang setengah gila. Dia paham akan posisi yang dia miliki saat ini makanya sebuah kesetiaan yang paling pantas untuk anak dari perempuan tersebut. Ya, Merlin selalu menjaga Carlos seperti dirinya sendiri, tidak pernah merasa kelelahan bahkan semua permasalah dilimpahkan kepada dirinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN