Elang baru saja tiba di Bandara Soekarno-Hatta ketika Samuel tiba-tiba meneleponnya. Dia terpaku sejenak menatap nama adik tirinya itu tertera di layar. Bukankah saat ini hubungan mereka sedang canggung pasca ketegangan malam itu? Elang sempat berpikir untuk mengabaikannya, tapi firasatnya tiba-tiba tidak enak. Mungkin ada hal yang teramat penting. "Halo!" Akhirnya dia menjawabnya. "Abang di mana?" Seketika alis Elang bertaut. Kenapa Samuel terdengar sangat panik? "Aku lagi—" "Mama Papa kecelakaan. Ini sementara perjalanan menuju rumah sakit." Elang tersentak. Mendengar suara panik Samuel bercampur isak, sepertinya kecelakaan itu lumayan parah. Elang tidak berani menanyakan kabar orangtuanya. Dia harus melihatnya langsung. "Kirim alamat rumah sakitnya!" pinta Elang sambil melambai

