Tidak Seinci Pun yang Luput dari Luka

1240 Kata

Hari ini Anisa mendapatkan tanggung jawab lebih dari Samuel. Dia diminta mengecek sinopsis naskah-naskah yang masuk ke email Ceria. Jika ada yang menurutnya menarik, baru ditindaklanjuti oleh editor senior. Namun, dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi karena sudah dua hari Elang tidak pulang. Mang Sukir yang selama ini bertugas mengantar Elang ke mana pun, kali ini benar-benar tidak tahu keberadaan majikannya itu. Katanya, setelah mengantar periksa ke rumah sakit waktu itu, dia disuruh pulang duluan dan tidak usah menjemput. Anisa kalut. Dia benar-benar khawatir, meski semua kata-kata Elang masih terngiang di telinganya. Lelaki itu dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak mencintai Anisa. Sakitnya masih terasa sampai sekarang. "Nis, kalau lagi nggak enak badan istirahat aja dulu." A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN