Penawar Luka

1071 Kata

Elang terpaku menatap gapura pesantren Al-Amin di hadapannya. Mobil yang mengantarkannya ke sini sudah pergi sekitar lima menit yang lalu, tapi dia masih saja di sana. Tiba-tiba kepalanya disergap banyak pikiran. Masih pantaskah dia masuk ke sana? Bagaimana tanggapan keluarga Anisa? Elang memantapkan hati sekali lagi. Dan setelah mengucap basmalah, dia pun melintasi gapura itu. "Assalamualaikum ...." Elang mengucap salam sambil mengetuk pintu kantor pengurus pondok putra. Rasanya baru kemarin dia mendatangi tempat ini dengan segala kelicikan yang berhasil menipu semua orang. Kali ini dia datang atas nama cinta. Dia ingin memulainya kembali bersama Anisa dari nol, sekalipun yang tersisa di antara mereka hanya puing-puing tak kasat mata. Karena lama tidak ada respons, Elang mengucap sala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN