Hadiah yang Tak Ternilai

1078 Kata

"Abang siap?" tanya Samuel setelah mereka berdiri di depan pintu rumah mewah berlantai tiga itu. Elang meraup oksigen sebanyak-banyaknya, lalu mengangguk. Setelah semalaman penuh menimbang, akhirnya Elang memutuskan untuk menemui Mamanya. Meski dia belum tahu harus ngomong apa saat bertatap mata nanti. Sudah bertahun-tahun mereka tiba-tiba menjadi asing. Beberapa saat setelah Elang memencet bel, seorang ART datang membukakan pintu. "Maaf, cari siapa, Den?" tanya perempuan paruh baya bertubuh subur itu dengan sopan. "Aku mau ketemu Bu Diana, Bi." "Maaf, Den ini siapa?" "Aku Elang, anaknya." Seketika Bibi membekap mulutnya. Dia sudah bekerja di rumah ini bahkan sebelum Hanggono menikah dengan Diana. Bibi bukannya tahu semua masa lalu Diana, tapi majikannya itu teramat sering bercerit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN