Part 50

2236 Kata

*** Danen hanya bisa berdecak saat Aludra terus menyuapi makan malam untuknya dan hal itu sudah pasti menjadi bahan ejekan yang sangat disukai Alex. Sejak Aludra tahu jika Danen memiliki luka tembak di lengan kirinya, Aludra menangis dan membuka perbannya lagi dengan alasan siapa tahu Danen salah dalam mengobati. Danen hanya memutar malas bola matanya. Dia tak sebodoh itu. Dan sejak itu pula Danen diperlakukan bak orang cacat oleh Aludra. "Buka mulutmu, Danen. Jangan melamun," Danen membuka mulutnya dan menerima suapan dari Aludra. "Apa perlu aku memakaikanmu gips di kedua tanganmu, Danen?" Tawar Alex yang bernada ejekan. "Diam kau, Alex. Apa perlu aku membawa Luca ke hadapanmu?" Ucap Aludra sinis sedangkan Danen hanya menatap dengan satu alis terangkat dan smirk di bibirnya. "Tidak,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN