29. M.O.S Perfect Siapa tahu, Senyuman manis bak gulanya Hanyalah kamuflase Dari sebuah kepahitan Topeng manis membungkus kepekatan Rasa usang yang mengendap Mengelabui Siapa tahu, Di balik tawa renyah menggelora Ada kegelapan menyita Ada keresahan tanpa daya Dhea menghela napas, meletakkan bolpoin hitamnya ke atas meja. Matanya bergerak, membaca tiap kata yang baru dia goreskan di atas lembaran buku Bahasa Indonesianya. Jam pertama kosong. Guru Bahasanya sedang ada halangan untuk hadir. Dan menugaskan siswanya mengerjakan lembaran tugas di buku paket. Dhea sudah selesai, begitu pun dengan teman lainnya. Banyak dari teman sekelasnya yang membentuk kelompok entah untuk bergosip atau bermain apa pun. Yang penting jangan berisik. Kenapa? Biar tidak didatangi Guru yang na

