28. M.O.S Perfect Diantar Dika sampai depan gerbang sekolah, Dhea menggerutu kesal. Dia memajukan bibirnya, mengekspresikan betapa dia memang dalam mood yang kurang baik. Pasalnya, Dika dengan sengaja membantu Dhea membuka helm yang dipakainya dan juga mengusap-usap rambut Dhea. Cowok itu juga tak luput memberinya tambahan uang saku. Seneng sih Dhea, nggak senengnya ya cuma satu. Mata-mata jelalatan yang menatap kagum Dika dan menatap remeh dirinya. Sialan! Dhea mengumpat. Dia melempar tatapan tajam pada seorang cewek yang tersenyum jijik padanya. Dia salah apa? Apa punya kakak tampan yang perhatian itu salah? Hingga dia dipandang sebelah mata seperti itu. "Kakak jangan aneh-aneh deh," desis Dhea memasukkan uang dari Dika ke saku bajunya. Dika terkekeh. "Kenapa?" Dhea berdeca

