36. M.O.S Perfect Kamis pagi yang terlewat cerah, itu pendapat seorang gadis yang sejak bangun pagi saja sudah senyum senyum sendiri. Bukan karena tidak waras, tidak ... tidak sama sekali. Dia punya alasan, hanya satu namun cukup mempermanis harinya. Dekatnya dia dengan seorang cowok, seniornya di sekolah. Laki-laki dengan wajah tampan yang membuat banyak siswi betah menatap lama. Dia pun sama, betah sekali untuk menatap, apalagi jika yang ditatap tengah menyungging senyum. Ah, dia tak ingin beralih meski sekejap. "Dhea, cepetan sih!" Teriakan dari luar kamar membuyarkan senyuman Dhea. Dia memberengut sebal. Sekali lagi, dia merapihkan rambutnya. Membetulkan letak jepit pitanya yang terlihat miring. Oh, ayolah. Padahal sejak 15 menit lalu dia sudah berkutat dengan rambutnya. Hany

