In the end, its doesn't even matter Atan mondar-mandir gelisah di kamarnya. Alih-alih menelepon orangtuanya, ia hanya malu duduk di samping Misa saat video-video itu diputar. Ia berkali-kali menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilakukannya saat itu adalah benar. Apapun yang terjadi selanjutnya biarlah terjadi. Tiba-tiba saja ia kaget karena ketukan keras di depan kamarnya. Seseorang mengetuk pintu kamarnya begitu keras. Tak pernah ada yang mengetuk pintunya sekeras itu. Ia membukanya dan menemukan Misa disana. Misa memegang Macbook dan paperbag yang tadi dibawa Atan. "Kamu kenapa?"tanyanya. "Aduhhh, kok bapak gak bilang sih kalau bakal ada tamu." "Hah? Emang ada tamu?" "Tadi kata ibu dibawah kalau orang tua bapak datang." "What?? Kenapa mereka gak bilang ya kalau mau datang."seru Ata

