Tryna talk, but we can't hear ourselves Malam bertabur bintang menjadi sesuatu yang langka jika hidup di kota yang penuh polusi. Hanya saja malam itu sedikit berbeda karena bintang bersinar terang diatas sana. Setiap orang yang berlalu-lalang tampak sibuk dengan tujuannya masing-masing. Beberapa baru saja pulang kerja dan dengan muka kusut mereka berjalan tanpa memperdulikan sekitarnya. Tujuan utamanya adalah segera sampai di rumah karena besoknya mereka harus berangkat pagi-pagi sekali. Beberapa orang lainnya tampak sedang menikmati makanan jalanan dan menghabiskan malam itu dengan rasa bahagia. Taman bermain disana tampak sepi. Atan dan Misa memutuskan untuk kesana dengan perasaan tak tenang. Kebin tetap berada di Cafe Amigos 51 dengan sejuta pertanyaan yang masih mengganjal. Ini terl

