Tujuhbelas

1866 Kata

Cecil masih menangis dalam dekapan rafa. Sedangkan kak zaky sudah tertidur dipundak arleta, lili dan rama masih asik berceloteh. Entahlah kenapa mereka sampai sekarang masih berada dirumah sakit, apa yang membuat mereka betah dirumah sakit. Apalagi mereka berada diruang tunggu bukan diruangan. Kak adam sudah kembali bekerja lagi sekitar 15 menit yang lalu. "Sttt.. jangan nangis lagi ya" kata rafa sambil menenangkan cecil. Padahal rafa sendiri tidak tau kenapa cecil menangis. Cecil masih menangis tapi tidak sekencang tadi. Rafa masih menyenderkan kepala cecil di dadanya dan mengelus punggungnya. Entah kesambet setan apa rafa mencium kening cecil. Sedikit demi sedikit cecil pun berhenti menangis dan tertidur dalam dekapan rafa. Rafa pun tersenyum dan sekali lagi mencium kening cecil. Apa y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN