Selamat Tinggal

1387 Kata

Mei Hwa pulang ke rumah. Ia membatalkan S2 di Undip Semarang. Yang paling terkejut atas keputusannya adalah Babah Liem. Mau tidak mau ia menjelaskan pada ayahnya tersebut. Di kamar, Mei Hwa mengakui kepada kedua orang tuanya bahwa motivasi dirinya melanjutkan S2 salah, yaitu karena ingin menghindari Ayek. Tentu saja Babah Liem kaget. Sementara Mamah Kiew yang sudah mengetahui hanya diam. "Menghindari bagaimana?" tanya Babah Liem. Mamah Kiew yang duduk di kasur, bersebelahan dengan Mei Hwa, mengelus-elus rambut anaknya itu dengan lembut. Mei Hwa berusaha agar tidak menangis. "Mungkin semua salah Mei Hwa, kurang lengkap dalam memberitahukan sikap Babah." "Maksudnya?" Babah Liem bingung. "Setelah mendengar keputusan Babah yang merestui hubungan kami, Mei langsung menelepon Ayek,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN